Tentang Rindu yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi
Ada buku yang selesai dibaca lalu hilang begitu aja. Tapi ada juga buku yang setelah halaman terakhirnya ditutup, suasananya masih tinggal. Masih muter di kepala, masih bikin kepikiran malam-malam. Ditusuk Rindu Hingga Tulang termasuk tipe buku yang seperti itu. Pelan, sunyi, tapi diam-diam nusuk.
Data Buku
Judul: Ditusuk Rindu Hingga Tulang
Penulis: Arial Karwa
Genre: Romansa, drama, emosional
Tahun Terbit: 2022
Buku ini bukan cerita cinta yang manis atau penuh adegan dramatis berlebihan. Justru kekuatannya ada di rasa kehilangan dan rindu yang terasa sangat manusiawi. Tentang hubungan yang sebenarnya belum selesai, tapi dipaksa berhenti. Tentang orang-orang yang memilih diam saat harusnya bicara, lalu akhirnya sama-sama terluka.
Yang paling aku suka dari buku ini adalah suasananya. Ada rasa sepi yang konsisten dari awal sampai akhir. Cara penulis menyusun kalimat juga cukup puitis tanpa terasa terlalu dibuat-buat di beberapa bagian. Rasanya seperti membaca isi kepala seseorang yang terlalu lama menyimpan sesuatu sendirian.
Karakter-karakternya juga nggak sempurna. Kadang egois, kadang menyebalkan, kadang bikin pengen bilang “ya tinggal ngomong aja kenapa sih ribet banget.” Tapi justru itu yang bikin mereka terasa nyata. Karena manusia emang sering kalah sama gengsi dan isi pikirannya sendiri.
Walaupun begitu, jujur ada beberapa bagian yang menurutku terlalu penuh metafora. Sampai aku sempat berhenti sebentar buat mencerna maksud kalimatnya. Tapi di sisi lain, itu juga jadi ciri khas dari gaya tulisan buku ini — melankolis, tenang, dan penuh rasa yang dipendam.
Salah satu bagian yang cukup membekas buat aku:
“Ada rindu yang tidak datang untuk dipeluk kembali. Ia hanya tinggal, lalu tumbuh menjadi luka.”
Dan ya… habis baca itu langsung diem.
Menurutku buku ini cocok buat kamu yang suka cerita emosional dengan suasana sendu dan reflektif. Bukan tipe buku yang bikin deg-degan karena plot twist, tapi lebih ke buku yang pelan-pelan masuk ke kepala lalu menetap di sana cukup lama.

Komentar
Posting Komentar